Sayangi Perkembangan Otak Anak dengan Tidak Membentak - BBT: pertumbuhan otak anak dan kecerdasannya tergantung baik dan tidaknya perkembangan sel otak anak. bentakan atau teriakan akan merusak perkembangan sel otak anak sehingga dapat menghambat pertumbuhan otak dengan baik dan kecerdasannya pun terganggu

Sayangi Perkembangan Otak Anak dengan Tidak Membentak

Hindari Kerusakan Otak Dan Fisik Anak Dengan Tidak Membentak

Perkembangan otak anak sangat berpengaruh terhadap kecerdasan anak.
Anak memiliki sifat dan perilaku yang beragam, ada yang cenderung diam, aktif, super aktif bahkan hiperaktif. Saat orang tua mendapati anak yang sedang bersikap rewel atau nakal, tidak jarang orang tua menegur anak dengan cara membentak atau memarahinya. Tapi tahukah anda bentakan ataupun kekerasan fisik misalnya mecubit atau memukul dapat merusak sel-sel otak anak sehingga membuat otak anak tidak berkembang baik.

Menurut para ahli, teriakan atau bentakan pada anak akan menyebabkan kerusakan fisiologis dengan konsekuensi jangka panjang. Seorang anak memiliki lebih dari 10 triliun sel otak yang siap tumbuh, dan satu bentakan atau makian saja dapat membunuh lebih dari 1 miliar sel otak anak pada saat itu juga. Sedangkan kekerasan fisik seperti satu cubitan atau satu pukulan saja dapat membunuh lebih dari 10 miliar sel otk anak saat itu juga. Sementara itu, satu pujian atau pelukan dapat menumbuhkan lebih dari 10 triliun sel otak saat itu juga untuk membangun kecerdasan anak.

Martin Teicher, seorang profesor psikiateri di Harvard Medical School, menyatakan saat orang tua berteriak kepada anak-anaknya akan terjadi kerusakan struktur otak pada anak. Pada otak anak yang sering dibentak, saluran yang menghubungkan otak kanan dengan otak kiri menjadi lebih kecil. Hal ini mempengaruhi area otak yang berhubungan dengan emosi dan perhatian. Kemungkinan yang akan terjadi pada anak tersebut saat dewasa nanti yaitu gangguan kepribadian, kecemasan, sering depresi dan keinginan bunuh diri, juga perilaku atau aktivitas otak seperti epilapsi. Menurut ahli lainnya anak-anak yang masih dalam masa golden age yaitu umur 2-3 tahun apabila sering mendapat teriakan atau bentakan dari orangtuanya akan dapat menggugurkan sel-sel otak yang akan tumbuh.

Anak-anak yang sering mendapat teriakan atau bentakan cenderung mengalami kekurangan percaya diri, memberontak, mereka cenderung menutup diri secara emosional dan takut terhadap orang tuanya, sehingga hal tersebut dapat membuat hubungan anak dengan orang tua menjadi tidak harmonis.
Sedangkan ketika orang tua memberi pujian, pelukan dan belaian terhadap anak, ini akan memberikan dampak yang sangat luar biasa positif terhadap perkembangan otak anak. Seorang peneliti, Lise Gliot, melakukan penelitian langsung terhadap anaknya yaitu dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan monitor komputer untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya. Gliot berkata “Hasilnya luar biasa, saat menyusui terbentuk rangkaian indah, namun saat ia terkejut dan sedikit bersuara keras pada anaknya, rangkaian indah menggelembung seperti balon, lalu pecah berantakan dan terjadi perubahan warna. Ini baru teriakan,”

Jangankan bentakan, bahkan ucapan kasar ketika marah pun memiliki dampak yang buruk pada otak anak, sehingga para orang tua harus berhati-hati dalam berbicara kepada anak meskipun pada saat marah.

Berikut beberapa tips untuk menghindari bentakan pada anak
  • Ketika anda mulai marah, tariklah nafas perlahan kemudian hembuskan, tutup mata sebentar dan tenangkan diri anda. 
  • Ingatlah bahwa semua memiliki anak yang menyenangkan, hanya terkadang sedikit nakal. Ajari disiplin pada anak dengan kasih sayang dan cara yang positif. 
  • Jadilah teladan bagi anak dengan memberikan contoh yang baik. 
  • Nasehati anak dengan bahasa yang halus dan tutur kata yang lembut. 
  • Ajari anak untuk dapat mengekspresikan perasaannya dengan baik kepada orang tua maupun temannya. Beri anak aturan yang jelas yang harus dia patuhi. Misalnya tidak boleh menonton televisi saat jam belajar. Jika anak telah terbiasa maka dia akan dengan mudah mematuhi peraturan tersebut. 
  • Selalu berikan pujian jika anak melakukan hal yang baik. 
  • Perkuat hubungan Anda dengan anak. Jadilah pribadi yang dekat dan akrab dengan anak Anda. 
  • Tanamkan dalam diri Anda bahwa Anda mengajari anak disiplin untuk membangun karakter yang baik, bukan untuk membuat anak Anda menangis dan bersedih. 
  • Beri anak makanan dengan gizi yang seimbang dan atur jadwal tidurnya dengan tepat. Anak dengan kualitas tidur dan gizi yang baik biasanya memiliki tingkah laku yang baik dan penurut. 
  • Tidak ada orang tua yang sempurna. Tetaplah tenang jika anak Anda nakal atau rewel. Ajaklah anak bicara baik-baik dan penuh kelembutan. 
  • Ajarkan disiplin pada anak tanpa memukul. Peluk atau elus lembut kepala anak sambil menasehati. Kata yang bisa Anda ucapkan kepada anak untuk memotivasinya adalah: "Kamu pintar sekali", "Kamu hebat."
  • Berikan hadiah kepada anak atas keberhasilannya. 
Anak merupakan anugerah dari Tuhan, jangan sampai kita mensia-siakan mereka. Kita harus menjaga mereka dengan penuh kasih sayang. Saat anak berperilaku yang kurang baik atau anak, kita harus bisa bersikap lebih dewasa dan tenang dalam menghadapi mereka, jangan sampai emosi menguasai dan mengakibatkan hal buruk bagi anak. Don't forget they're just kids. As parents we have to be wise and be patient to them.
loading...
Lihat / Tinggalkan Komentar
- All Rights Reserved. Powered by Blogger. Membuat Blog

Terimakasih telah membaca , semoga artikel tentang Sayangi Perkembangan Otak Anak dengan Tidak Membentak yang ada di blog ini bermanfaat buat sobat