Dua Cara Menghitung Usia Kehamilan - BBT: Menghitung usia kehamilan bisa menggunakan beberapa cara. dua diantaranya yaitu dengan metode kalender atau metode Neagele dan dengan menggunakan kalkulator kehamilan

Dua Cara Menghitung Usia Kehamilan

Menghitung usia kehamilan - Penting untuk ibu hamil mengetahui usia kehamilannya agar si ibu dapat memberikan nutrisi yang tepat sesuai usia kehamilan, sehingga ibupun dapat mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil sesuai pada usia kehamilan tersebut.
Menghitung Usia Kehamilan
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghitung usia kehamilan, diantaranya dengan menggunakan dua cara ini, yaitu dengan Rumus Metode Neagele dan Aplikasi Kalkulator Kehamilan.

Dua cara menghitung usia kehamilan

1.  Rumus Metode Neagele
Rumus Metode Neagele atau penghitungan metode kalender adalah cara menghitung usia kehamilan menggunakan hari pertama haid terakhir (HPHT). Cara menghitung usia kehamilan dengan metode neagele ini sebenarnya akan menunjukkan hari perkiraan lahir (HPL), namun metode ini juga akan dapat membantu menghitung usia kehamilan ibu hamil. Cara metode Neagele ini yaitu dengan menambahkan 7 pada HPHT (untuk mendapatkan tanggal), kurangi 3 pada bulan (untuk mendapatkan bulan) dan menambah 1 pada tahun (untuk mendapatkan tahun).

Contohnya: hari pertama haid terakhir kamu pada tanggal 4 Mei 2015, maka penghitungannya seperti ini:
4 + 7 = 11 (tanggal 11)
5 - 3 = 2 (bulan 2/Feruari)
2015 + 1 = 2016 (tahun 2016)
Sehingga hari perkiraan lahir (HPL) adalah tanggal 11 Februari 2016. Untuk hari perkiraan lahir biasanya ditambah tenggang waktu plus atau minus 7 hari.

Sedangkan untuk menghitung usia kehamilan dilihat dari tanggal HPHTnya tadi, jika HPHT adalah 4 Mei 2015 maka pada 4 Juni 2015 kehamilan berusia 1 bulan, dan begitu seterusnya sampai usia 9 bulan.

Sementara pada bulan-bulan yang tidak bisa dikurangi 3 yaitu bulan Januari, Februari dan Maret, penghitungannya menjadi seperti ini HPHT ditambah 7, bulan ditambahkan 9, sedangkan tahun tetap. Jadi, misalkan HPHT-nya pada tanggal 5 Januari 2015, maka 5+7 = 12 (tanggal 12); 1+9 = 10 (bulan 10/Oktober); tahun tetap. Maka hari perkiraan lahirnya adalah 12 Oktober 2015.

Rumus metode Neagele ini biasanya digunakan pada wanita yang memiliki siklus haid yang teratur antar 28-30 hari. Sedangkan untuk yang memiliki siklus haid tidak teratur harus menghitung rata-rata siklus haidnya terlebih dahulu. Sama halnya untuk menghitung masa subur wanita yang siklus haidnya tidak teratur memerlukan pantauan selama 6 kali haid untuk menentukan siklus haid rata-rata. Jika sudah diketahui rata-ratanya maka cara menghitung usia kehamilannya yaitu HPHT + 9 bulan + Siklus haid rata-rata - 21 hari.

2.  Aplikasi Kalkulator Kehamilan
Menghitung usia kehamilan dengan menggunakan kalkulator kehamilan ini sangatlah mudah, tinggal memasukkan data HPHT kamu. Untuk lebih akurat, isi juga kolom lama siklus haid rata-rata tiap bulan.

Hari Pertama Haid Terakhir
(HPHT)
Tanggal (DD)
Bulan (MM)
Tahun (YYYY)
Lama Siklus Haid Rata-rata
Boleh tidak diisi
(22 - 45 hari)
*Umumnya 28 hari
Perkiraan Pembuahan
Perkiraan Usia Janin
Perkiraan Siap Dilahirkan
Perkiraan Tanggal Kelahiran
Trimester Pertama
Trimester Kedua
Trimester Ketiga
Dengan dua cara menghitung usia kehamilan di atas, kita bisa menghitung sendiri usia kehamilan, namun untuk keakuratan penghitungan usia kehamilan sebaiknya lakukan pemeriksaan kepada bidan atau dokter kandungan.
loading...
Lihat / Tinggalkan Komentar
- All Rights Reserved. Powered by Blogger. Membuat Blog

Terimakasih telah membaca , semoga artikel tentang Dua Cara Menghitung Usia Kehamilan yang ada di blog ini bermanfaat buat sobat