Mencegah Reaksi Alergi dan Kontaminasi di Rumah - BBT: Panduan blogger untuk pemula - tutorial jilbab / hijab, download aplikasi, software, kecantikan, kesehatan, silabus, rpp, KTSP, CPNS, mp3, video

Mencegah Reaksi Alergi dan Kontaminasi di Rumah

Kesehatan penghuni rumah bergantung pada kondisi kebersihan rumah dan kebiasaan masing-masing. Reaksi alergi, penyakit kulit, dan keracunan makanan merupakan beberapa gangguan kesehatan yang bisa timbul akibat kelalaian menjaga rumah bersih dan sehat. Gejala-gejala tersebut muncul karena keberadaan debu berlebihan, udara tercemar, bakteri, serta kebiasaan menangani bahan makanan secara salah.

Masing-masing gangguan kesehatan tersebut menjangkit penghuni rumah melalui perantara udara yang terhirup bersama napas dan kontak langsung dengan kulit yang kemudian masuk ke aliran cairan tubuh.Pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga rumah sebisa mungkin bebas debu dan benda-benda yang berpotensi menjadi sarang debu, mencuci barang-barang pakai secara rutin, dan memutus rantai penyebaran bakteri melalui makanan. Berikut ini penjelasan masing-masing gangguan kesehatan, pemicunya, dan cara mencegahnya.

Reaksi alergi pada pernapasan dan kulit

Tanda-tanda alergi pada pernapasan dan kulit terkait kebersihan rumah biasanya muncul karena debu. Debu yang terhirup menimbulkan reaksi bersin-bersin berkepanjangan, batuk-batuk hingga mata berair, dan sesak napas.Reaksi bisa menjadi lebih akut jika debu di udara bercampur dengan spora jamur akibat kondisi lembap di dalam rumah. Penderita asma akan lebih merasakan dampak debu di udara. Sedangkan penderita alergi debu pada kulit akan merasakan gatal-gatal dan terjangkit bintik-bintik atau bercak-bercak merah pada kulit. Gejala-gejala tersebut kadang muncul tanpa kontak langsung antara kulit dan debu di permukaan objek-objek.

Pencegahan:
  • Hilangkan debu pada semua permukaan di dalam rumah. Lap basah lebih efektif untuk mengangkat debu dibanding lap kering atau kemoceng yang justru menyebabkan debu terbang ke mana-mana.
  • Singkirkan benda-benda penampung debu seperti kardus-kardus bekas dan barang-barang usang.
  • Kosongkan kolong-kolong ranjang, lemari, dan meja agar mudah dibersihkan. Rumah bersih dan sehat lebih mudah diwujudkan jika setiap bagiannya mudah dijangkau dan dibersihkan.
  • Ganti perabotan dengan yang mudah dibersihkan.
  • Cuci gorden, seprai, dan taplak meja secara rutin. Gunakan mesin isap debu pada kasur, karpet, dan sofa.
vacuum-cleaner

Keracunan makanan

Kualitas bahan makanan dan cara menangani makanan berkontribusi pada keamanan makanan yang masuk pencernaan. Gejala seperti muntah-muntah, diare, penglihatan ganda, dan sakit kepala biasa dijumpai pada seseorang yang mengalami keracunan makanan.

Penyebabnya antara lain:
  • Makanan instan kedaluwarsa dalam kemasan.
  • Makanan busuk atau berjamur.
  • Bakteri yang masuk ke cairan tubuh akibat tidak mencuci tangan.

Pencegahan:
  • Buang bahan makanan dalam kemasan yang sudah melewati tanggal kedaluwarsanya. Beberapa bahan makanan kering yang sudah kedaluwarsa tetap layak dikonsumsi, jadi gunakan logika Anda juga.
  • Buang bahan makanan yang jelas-jelas telah berubah warna, berjamur, busuk, dan berbau menyengat.
  • Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang daging ayam mentah, ikan, dan daging merah, serta cuci peralatan dapur yang telah terkena daging mentah.

Penyakit kulit akibat jamur

Iklim yang lembap memudahkan jamur berkembang biak di berbagai tempat di dalam rumah, apalagi dalam kondisi kurang sinar matahari. Penyakit kulit paling mudah menyebar melalui pakaian mulai dari handuk, pakaian dalam, hingga baju dan celana sehari-hari.Tidak hanya rumah bersih dan sehat, apa yang Anda kenakan juga harus bersih dan sehat agar Anda terhindar dari penyakit kulit.

Pencegahan:
  • Jemur handuk di udara terbuka setiap usai dipakai dan cuci minimal dua minggu sekali.
  • Kenakan pakaian dalam dan kaus kaki tidak lebih dari satu hari.
  • Hindari menggantung pakaian yang telah dipakai, apalagi yang telah terkena keringat, entah di belakang pintu atau di dalam lemari. Masukkan langsung ke bak cuci.
  • Hindari membiarkan tumpukan pakaian kotor terlalu lama, Anda sebaiknya segera mencucinya setelah cukup banyak.
Artikel ini dikirim oleh : Ady Nugroho - https://plus.google.com/117504665922834840140
    Lihat / Tinggalkan Komentar
    - Powered by Blogger. Ahmad Rifai

    Terimakasih telah membaca , semoga artikel tentang Mencegah Reaksi Alergi dan Kontaminasi di Rumah yang ada di blog ini bermanfaat buat sobat