Pengertian Sujud Tilawah - Tata Cara, Bacaan Dan Doanya - BBT: Panduan blogger untuk pemula - tutorial jilbab / hijab, download aplikasi, software, kecantikan, kesehatan, silabus, rpp, KTSP, CPNS, mp3, video

Pengertian Sujud Tilawah - Tata Cara, Bacaan Dan Doanya

Mungkin sobat blogbacatulis pernah melihat ada orang yang sedang mengaji kemudian tiba-tiba bersujud dan kemudian melanjutkan mengajinya.

Atau mungkin suatu kali sobat pernah shalat berjamah kemudian saat imam membaca surah sesudah surah fatihah kemudian tiba-tiba melakukan sujud tanpa ruku' terlebih dahulu, lalu bangkit berdiri kembali dan melanjutkan bacaan surah itu.

Dari dua hal di atas, apa sobat sudah tau sujud apa yang mereka lakukan? Dan kenapa melakukan sujud tersebut?

Nah, kalau ada yang masih belum tau, sujud tersebutlah yang biasa disebut dengan sujud tilawah atau bisa juga disebut dengan sujud sajadah.

Pengertian, Dalil dan Hukum Sujud Tilawah

Pengertian sujud tilawah
Menurut bahasa sajadah berasal dari kata sajada atau sujud yang artinya merendahkan diri kepada Allah.

Dan menurut istilah syara', sujud itu berarti meletakkan dahi atau sebagiannya pada bumi atau hal yang berhubungan dengannya.

Sementara sujud tilawah yaitu sujud yang dilakukan karena membaca atau mendengar salah satu ayat sajdah yang ada dalam Al-Qur'an. Sujud tersebut dilakukan baik dalam keadaan shalat ataupun di luar shalat.

Hanya saja jika dalam keadaan shalat, hanya yang membacanya saja yang dianjurkan melakukan sujud tilawah. Sementara jika orang lain yang membaca, orang shalat yang mendengar ayat sajdah tidak perlu melakukan sujud tilawah tersebut.
Dalil Sujud Tilawah
Sebelum kita melanjutkan apa hukum dari melakukan sujud tilawah atau sujud sajadah ini, sebaiknya kita ketahui beberapa dalil yang terkait hal tersebut.
  • Dari hadits riwayat Bukhari:
كَانَ النَّبِيَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقْرَأُعَلَيْنَا السُّوْرَةُ فِيْهَا السَّجْدَةُ فَيَسْجُدُ وَ نَسْجُدُ حَتَّى مَا يَجِدُ اَحَدُنَا مَوْضِعَ جَبْهَتِهِ
"Rasulullah SAW membacakan kami suatu surat, kemudian beliau bersujud dan kami pun bersujud"
Dari hadits riwayat Muslim:
عَنْ أَبِي رَافِعٍ – رضي الله عنه – قَالَ : صَلَّيْتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – صَلَاةَ الْعَتَمَةِ فَقَرَأَ إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ ، فَسَجَدَ فِيهَا فَقُلْتُ لَهُ : مَا هَذِهِ السَّجْدَةُ ، فَقَالَ : سَجَدْتُ بِهَا خَلْفَ أَبِي الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَلَا أَزَالُ أَسْجُدُ بِهَا حَتَّى أَلْقَاهُ
"Dari Abu Rofi’, dia berkata bahwa dia shalat Isya’ (shalat ‘atamah) bersama Abu Hurairah, lalu beliau membaca “idzas samaa’unsyaqqot”, kemudian beliau sujud. Lalu Abu Rofi’ bertanya pada Abu Hurairah, “Apa ini?” Abu Hurairah pun menjawab, “Aku bersujud di belakang Abul Qosim (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ketika sampai pada ayat sajadah dalam surat tersebut.” Abu Rofi’ mengatakan, “Aku tidaklah pernah bersujud ketika membaca surat tersebut sampai aku menemukannya saat ini."
  • Dari hadits riwayat ABu Hurairah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ ، اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُولُ : يَا وَيْلَهُ وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ يَا وَيْلِي أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ
"Apabila manusia membaca ayat sajdah, kemudian ia sujud, menghindarlah setan sambil menangis dan berkata, ”Celaka! Manusia disuruh sujud dan ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku disuruh sujud tetapi aku tidak mau, maka bagiku neraka.”
  • Dari hadits riwayat Bukhari:
عن عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ – رَضِي اللَّه عَنْه – قَرَأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ بِسُورَةِ النَّحْلِ حَتَّى إِذَا جَاءَ السَّجْدَةَ نَزَلَ فَسَجَدَ وَسَجَدَ النَّاسُ ، حَتَّى إِذَا كَانَتِ الْجُمُعَةُ الْقَابِلَةُ قَرَأَ بِهَا حَتَّى إِذَا جَاءَ السَّجْدَةَ قَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا نَمُرُّ بِالسُّجُودِ فَمَنْ سَجَدَ فَقَدْ أَصَابَ وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ ، وَلَمْ يَسْجُدْ عُمَرُ رَضِي اللَّه عَنْهم
"Dari Umar bin Khattab dia pada hari Jum’at membaca di atas mimbar surat an-Nahl. Hingga bila sampai pada ayat sajdah beliau turun lalu sujud sehingga orang-orang pun sujud. Saat Jum’at berikutnya, beliau membaca lagi surat tersebut hingga sampai pada ayat sajdah. Beliau berkata, ‘Wahai manusia, sesungguhnya kita melewati ayat sajdah. Barang siapa bersujud sungguh ia telah benar, dan barang siapa tidak bersujud maka tiada dosa baginya.’ Dan Umar sendiri tidak bersujud."

Dan masih terdapat beberapa dalil-dalil lainnya yang juga terkait dengan sujud tilawah ini.

Hukum Sujud Tilwah
Para ulama masyhur berbeda pendapat tentang hukum sujud tilawah. Mereka berpegang kepada masing-masing dalil yang mereka ambil.

Adapun mazhab Syafi'i dan Hanbali mengatakan bahwa hukumnya adalah sunnah muakkad. Artinya ini sangat diutamakan untuk dikerjakan. Dan mazhab Maliki pun menyatakan demikian bahwa hukum melakukan sujud tilawah adalah sunnah. Namun mereka tidak menyatakan bahwa hukumnya wajib.

Sedangkan mazhab Hanafi menganggap sujud tilawah adalah wajib. Ini berdasarkan beberapa dalil yang sangat mengutamakan mengerjakan sujud tilawah tersebut.

Namun demikian, kebanyakan ulama menganggap bahwa hukum melakukan sujud tilawah adalah sunnah, baik yang membaca ayat sajdah ataupun yang mendengar.

Disunnahkan melakukan sujud bagi orang yang sedang membaca salah satu ayat sajdah ataupun yang mendengarnya. Baik itu dalam keadaan shalat ataupun di luar shalat. Akan tetapi bagi orang yang sedang shalat hanya dianjurkan untuk melakukan sujud tilawah jika dia sedang membaca ayat sajdah. Sementara jika dia hanya mendengar orang lain membaca ayat sajadah, orang yang sedang shalat itu tidak perlu melakukan sujud tilawah.

Lalu bagaimana jika sedang shalat berjama'ah. Jika imam sedang membaca surah yang ada ayat sajadahnya? Dalam hal ini makmum yang mendengar bacaan imam tetap tidak dianjurkan untuk melakukan sujud tilawah, hanya saja seorang makmum wajib mengikuti gerakan imam. Jadi jika imam melakukan sujud tilawah setelah membaca ayat sajdah, maka makmum wajb mengikutinya. Dan jika imam tidak melakukan sujud tilawah, makmum pun juga tetap mengikutinya.

Jadi, sudah bisa kita fahami jika makmum juga bersujud saat imam membaca ayat sajdah itu bukan dikarenakan makmum juga disunnahkan sujud karena dia mendengar bacaan tersebut, namun karena dia wajib mengikut gerakan imam.

Sementara jika di luar shalat, baik seseorang itu membaca atau hanya mendengar bacaan ayat sajdah maka disunnahkan untuk melakukan sujud. Ingat ya, sunnah, bukan wajib. Namun sunnah itu artinya meskipun tidak apa-apa jika tidak dikerjakan namun mendapatkan pahala jika dilaksanakan. Sehingga sangat diutamakan untuk melaksanakan yang disunnahkan tersebut.

Syarat Sujud Tilawah

  1. Suci badan, pakaian dan tempat dari hadats kecil dan hadats besar. Kebanyakan ulama mensyari'atkan melakukan sujud tilawah dalam keadaan berwudhu. Namun ada pula pendapat beberapa ulama yang menyatakan bahwa ini merupakan satu ibadah tersendiri yang bukan dari bagian shalat sehingga walaupun tidak dalam keadaan wudhu boleh saja melakukannya.
  2. Menutup aurat dan menghadap kiblat. Meskipun bukan sebagai syarat yang harus dipenuhi, namun jika tidak ada hal yang menghalangi lebih diutamakan untuk menghadap ke arah kiblat.
  3. Berniat sujud tilawah.
  4. Sampai waktunya. Yaitu selesai atau sempurna bacaan ayat yang mengandung sajadah.

Tata Cara Sujud Tilawah

Pelaksanaan di luar shalat
Setelah sempurna atau selesai membaca ayat sajdah, lakukan sujud tilawah dengan cara berikut:
  1. Berniat di dalam hati dan membaca takbir sambil mengangkat tangan seperti saat melakukan takbiratul ihram.
  2. Langsung bersujud sebanyak satu kali.
  3. Lalu bangkit dari sujud dengan membaca takbir.
  4. Duduk tanpa membaca bacaan tasyahud lalu diakhiri dengan salam.

Pelaksanaan saat shalat
Biasanya seseorang yang melakukan sujud tilawah saat sedang shalat ini dikarenakan dia membaca surat yang ada ayat sajdahnya. Sehingga jika dia telah sampai pada ayat sajdah tersebut dan telah sempurna bacaan ayat sajdahnya maka dapat melakukan sujud tilawah dengan cara berikut:
  1. Berniat dalam hati dan mengucapkan takbir untuk sujud.
  2. Bersujud satu kali.
  3. Bangkit berdiri kembali dengan mengucapkan takbir.
  4. Kemudian melanjutkan bacaan surat jika masih ada. Apabila tidak ada lanjutan ayat, maka bisa langsung melakukan rukuk shalat.

Bacaan dan Do'a Sujud Tilawah

Apakah bacaan sewaktu sujud tilawah sama dengan bacaan sujud dalam shalat?
Kebanyakan ulama mengatakan bahwa bacaan sujud tilawah sama saja dengan bacaan sujud saat shalat, yaitu:
bacaan sujud tilawah
Bacaan tasbih tersebut dibaca sebanyak tiga kali.

Kemudian bisa juga dengan menambahkan do'a sujud tilawah sebagaimana berikut:
do'a sujud tilawah

Ayat-ayat Sajdah

Di dalam Al-Qur'an terdapat 15 ayat sajdah. Jika kita membaca salah satu dari ayat tersebut ataupun mendengarnya maka kita disunnahkan untuk melakukan sujud. Yaitu sujud tilawah atau sujud sajadah.

Adapun ayat-ayat sajdah tersebut yaitu:

1. QS Al-A'raf ayat 206
إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

2. QS Ar-Ra'd ayat 15
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ

3. QS An-Nahl ayat 49-50
وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلَائِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

4. QS Al-Isra ayat 107
قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

5. QS Maryam ayat 58
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

6. QS Al-Haj ayat 18
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

7. QS Al-Haj ayat 77
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

8. QS An-Naml ayat 25
أَلَّا يَسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي يُخْرِجُ الْخَبْءَ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ

9. QS As-Sajadah ayat 15
إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا وَسَبَّحُوا بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

10. QS Al-Furqan ayat 60
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

11. QS Fussilat ayat 38
فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ

12. QS An-Najm ayat 62
فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا

13. QS Al-Insyiqaq ayat 21
وَإِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ لَا يَسْجُدُونَ

14. QS Al-Alaq ayat 19
كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

15. QS Shad ayat 24
قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ

Untuk Qur’an surah Shad ayat 24 ini masih ada perselisihan ulama tentang menjadi salah satu ayat sajdah, namun ada beberapa dalil yang menguatkan kesahihannya sebagai salah satu ayat sajdah.

Hikmah dan Keutamaan Sujud Tilawah

Setelah mengetahui dan memahami apa itu sujud tilawah dan bagaimana cara melakukannya. Maka sangat dianjurkan untuk kita mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jadi ketika membaca ayat tersebut, sebaiknya kita melakukan sujud tilawah. Namun, ada beberapa waktu yang dimakruhkan untuk kita melakukan sujud tilawah, yaitu:
  • Setelah shalat subuh sampai terbit matahari.
  • Saat terbit matahari sampai naik setinggi panah atau sekitar 25 detik.
  • Saat matahari tepat berada di atas yakni sekitar 3 detik.sebelum masuk waktu dhuhur.
  • Sepertiga jam sebelum terbenam matahari.
  • Ketika terbenam matahari.

Adapun hikmah dan keutamaan melakukan sujud tilawah, diantaranya adalah:
  • Sezbagai bukti ketaatan kita terhadap Allah SWT.
  • Menghindarkan diri dari bersifat sombong, angkuh dan takbbur.
  • Mengingatkan kita bahwa Allah lah yang Maha Mencipta segala yang ada di dunia.
  • Sebagai rasa syukur kita atas segala pemberian-Nya.zz
Lihat / Tinggalkan Komentar
- Powered by Blogger. Ahmad Rifai

Terimakasih telah membaca , semoga artikel tentang Pengertian Sujud Tilawah - Tata Cara, Bacaan Dan Doanya yang ada di blog ini bermanfaat buat sobat